Analisis Kebijakan Kurikulum Merdeka Tentang Larangan Tinggal Kelas Jenjang Sekolah Dasar di Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu

Penulis

  • Febby Valentina STKIP AL-AMIN INDRAMAYU
  • Rustiana Angela
  • Masduki Duryat

Abstrak

Mengulang kelas diketahui memberi dampak jangka panjang yang negatif terhadap kehidupan anak. Kebijakan dan tindakan untuk tidak menaikan kelas atau menaikan kelas sebenarnya bagai memakan buah simalakama bagi Kepala Sekolah maupun Guru. Di satu sisi, tindakan untuk tidak menaikan kelas mengakibatkan untuk putus sekolah. Di sisi lain, tindakan untuk menaikan kelas bagi peserta didik yang kemampuannya belum mencukupi untuk belajar di tingkat berikutnya, juga akan berakibat membebani guru untuk membimbing peserta didik di tingkat berikutnya. Metode peneletian yang menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 21 Pendidik. Pengumpulan data analisis kebijakan Kurikulum Merdeka  menggunakan Instrumen angket dan dokumentasi. Permasalahan yang dicari jawabannya melalui penelitian ini adalah: 1. Bagaimana implementasi kebijakan kurikulum merdeka tentang larangan tinggal kelas jenjang Sekolah Dasar di Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu? 2. Bagaimana pro kontra kebijakan kurikulum merdeka tentang larangan tinggal kelas jenjang Sekolah Dasar di Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu? 3. Bagaimana analisis kebijakan Kurikulum Merdeka tentang Larangan tinggal kelas jenjang Sekolah Dasar di Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu?

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-12-28

Cara Mengutip

Valentina, F., Rustiana Angela, & Masduki Duryat. (2024). Analisis Kebijakan Kurikulum Merdeka Tentang Larangan Tinggal Kelas Jenjang Sekolah Dasar di Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu. GENAWUAN, 5(2), 1–13. Diambil dari https://www.genawuan.stkipalaminindramayu.ac.id/index.php/genawuan/article/view/43