ENVIRONMENTAL EDUCATION: MANAGEMENT OF ORGANIK WASTE USING THE TAKAKURA METHOD
Kata Kunci:
Pengelolaan Sampah Organik, Metode TakakuraAbstrak
Berdasarkan data tahun 2018 menunjukkan bahwa timbunan sampah di Kabupaten Indramayu kurang lebih 1.000 ton/ hari, sampah yang dikelola baru 152 ton/hari, sedangkan yang belum dikelola sebesar 835 ton/hari. Angka tersebut masih sangat jauh dari target capaian pelayanan persampahan sebesar 70% yang dicanangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sejak tahun 2006-2019 Kabupaten Indramayu telah meraih enam piala adipura untuk kategori kota kecil. Menurut Bupati Kabupaten Indramayu, bahwa perolehan adipura ke-10 bukan menjadi tujuan akhir. Tapi bagaimana kita dapat mengubah budaya dan perilaku sosial masyarakat Indramayu untuk hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi dalam setiap pembangunan yang sedang digalakkan”. Guna mendukung pengolahan sampah mulai dari skala rumah tangga Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di STKIP AL AMIN INDRAMAYU memiliki praktikum pengelolaan sampah organik dengan Metode Keranjang TAKAKURA. Tujuan pengelolaan sampah organik agar mahasiswa dapat mengelola sampahnya mulai dari rumah. Metode yang dilakukan adalah dengan mengedukasi mahasiswa memilih sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah didalam KERANJANG TAKAKURA melalui tahapan persiapan alat dan bahan, proses pembuatan, dan cara pemeliharaan. Sampah yang diolah pada keranjang takakura diteliti dalam 40 hari, selama penelitian terus dipantau dan mengalami perawatan agar hasil kompos yang didapatkan baik dan bermanfaat. Hasil dari kompos yang dipanen digunakan untuk tanaman di pekarangan dan dikebun, hasilnya sangat memuaskan. Selain itu mahasiswa mendapat edukasi dan motivasi sebagai pelopor pengelolaan sampah mulai dari rumah masing-masing.
